Senin, 14 Januari 2013

Haruskah Kita Mengeluh ?

“Sesunguhnya mansuia itu diciptakan dalam keadaan berkeluh kesah lagi kikir” (Qs. Al-ma’arij:19).

Keluh kesah adalah ekspresi jiwa yang sehat manakala berhadapan dengan masalah hidup. Rahasia orang sukses dalam membunuh keluh kesahnya, "ia berbicara dengan dengan dirinya, berkata dengan hatinya, lalu dengan itu ia mengendalikan jiwanya."

Ada yang mengatakan kalau kesah itu potret ketidakdewasaan. Sebab keluh kesah memberi ruang pelampiasan psikologis sesaat atas segala macam kekesalan. Keluh kesah bisa berupa ungkapan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan yang dikecewakan ataupun berupa kegelisahan dan kegundahan hati.

Kegelisahan negative justru berakumulasi pada prilaku tidak manusiawi. Saat kesal, marah menyebabkan prilaku tidak terhormat keluar berbagai kamus kebencian dan kata-kata kotor mereferensikan pribadinya yang temperamen dan arogan. Itulah kekecewaan yang terus bergumul, keluh kesah yang berlapis tanpa ada keberanian untuk menyelesaikan dengan bijak.

Ada beberapa kriteria yang sering dikeluhkan oleh manusia manapun dengan masalah yang sebenarnya sangat sederhana yang tak seharusnya dikeluhkan.

1. Merasa paling menderita.

Mungkin perasan ini sering menimpa semua orang kala kita menderita, terluka dan dikecewakan oleh seseorang atau orang yang kita cintai ataupun orang yang menjadi atasan kita, termasuk musibah. Sehingga punya persepsi ”aku orang yang paling menderita didunia ini.

Ukuran materi untuk kebahagiaan dan jenjang karier dan studi untuk kesuksesan inilah yang membebani hidup kita, padahal kalau berpikir jauh ternyata tidak sepenuhnya benar ada sisi lain yang terkadang kita lupakan yaitu rasa bersyukur dengan hal-hal yang tidak pernah dihitung dengan matematika dbadningkan dengan pedneritaan orang-orang dibawah kita. ”Lihatlah orang yang (penderitaanya) berada dibawahmu, jangan kamu lihat orang yang ada ditasmu, karena hal itu akan encegah dari prilaku menghinakan nimat Allah” (HR.Muslim : 2963)

2. Tidak mau melakukan perubahan dan tidak berusaha mencari jalan keluar

Berbahagia dengan penderitaan sampai lupa untuk mengeserkan hidupnya dari kesulitan, pasrah nrimo dengan penderitaan, mungkin sudah takdir. Itu sikap kedua kalau kita berhadapan dengan penderitaan yang berat dan sulit dipecahkan. Padahal bisa saja apa yang terjadi sebenarnya berasal dari kesalahan manusia itu sendiri. Buang kemalasan, kesedihan dan merasa gagal untuk segera bangkit. Kesedihan hilang kalau kita berani melupakannya, begitu juga merasa manusia yang paling gagal akan hilang manakala kita menyadari kalau kita belum maksimal bekerja. Semua tdiak cukup hanya mengkalkulasi kegagalan dan kesedihan dan do’a-doa semata tapi harus bangkit, ”La Tahzan- jangan sedih”, begitu Syaikh Aidh Alqorni dalam sebuah bukunya.
Begitu juga sahabat Umar bin Khotob pernah singgah disebuah mesjid, dimana didapati seorang lelaki yang berdo’a dengan husyu. Usal berdoa, umar menghampirinya dan bertanya, ”Apa yang sedang anda lakukan?””Memohon kepada Allah?”Ujar lelaki itu. ”Memohon apa?”, tanya umar. ”Memohon rizki,”jawabnya singkat. Mendengar itu Umar bangkit dan berkata, ”sesunguhnya langit tidak akan menghujankan emas, tidak juga perak”. Dari cerita itu ada istilah tepat untuk mengatakan kepada orang yang seang memelihara ekmalasannya kecuali seabagi sutu kejahatan yang besar, karena telah berani emncekik leher sendiri dengan mau melakukan apa-apa lagi.

3. Selalu yakin akan gagal, sehingga kerja tidak maksimal.

Komitmen mamang istlah yang mudah dicatat tapi sulit untu dilakukan bagi manusia lemah tekadnya. Tekad, kerja keras atau komitmen akan membangun optimisme untuk menghadapi kegagalan. Ingat apa yang kita lakukan selalu ada satu titik hikmah didaalamnya. Rosulullah mengungkapkan, ”Pesimisme adalah prilaku buruk” (HR. Ahmad). Beliau juga menegaskan lagi ”Tidak ada ramalan buruk (thiyarah), yang terabik adalah adalah optimisme (Fa’i) yaitu perkataan baik (HR. Bukhori)

4. Sering ”ngambek” pada orang lain karena merasa orang lain lebih beruntung dari dirinya.

Mungkin kita pernah merasa cemburu melihat teman kuliah, rekan kerja ataupun mantan anak buah kita yang dulu merasa segalanya berada dibawah kita ternyata sekarang menjadi orang sukses, ”kenapa kita tidak bisa?” Pertanyaan itu sering diungkapkan ketika kita merasa frustasi dengan pekerjaan sekarang. Padahal itu realita, kalau dibalik pertemuan hidup selalu ada orang yang paling sukses, paling cantik dan paling kaya itu realita yang bukan sebah impian, tapi sisi lain kita punya potensi dan kelebihan yang belum diketahui oleh kita sendiri. Artinya kita punya kelebihan karena orang lain punya kekurangan. Jadi kenapa kita sibuk membandingkan pribadi kita dengan orang lain, sementara kita terus bermimpi dalam tidur, bukan bermimpi dalam aktiftas sehari-hari yang sebenarnya masih banyak yang bisa kita capai, tinggal kita mau mengolah dan menggali potensi dan peluang diri dan hadapi semua ancaman dari diri kita yang selalu menghantui setiap langkah kita. Cemburu positif bisa memotivasi hidup kita jauh lebih berarti.

5. Tidak pandai bersyukur.

Kita tidak pernah bersyukur kalau semua peluang sudah diberikan Allah, Cuma kita jarang menyimpan kebaikan itu yang terlihat hanya sisi gelap dan kekurangan yang membuat kita mengumpat dan menyalahkan Allah. Padahal ada ruang kosong yang belum di lakukan yaitu patut kita bersyukur. Hati kita sering berkeluh kesah bukti bahwa kita belum memahami anugrah yang telah dinikmati dan dihabiskan selama ini.

Padahal ”Sesunguhnya, sesudah kesulitan itu ada kemudahan(Al-Insyirah:6), begitu Allah menyadarkan kita.

Berkeluh kesah, apapun alasannya tidak dibenarkan sebab keluh kesah tidak menambahkan pada sebab masalah, kecuali masalah yang lebih dahsyat yaitu kematian hati.kemana kita mengeluh dan mengadu, nabi yaqub As berdo’a yang diabadikan dalam Al-qur’an, ”Sesunguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya”(QS.Yusuf:86). Wallahu’alam bishowab.

 

7 Ciri Wanita Cantik

1. Memiliki Hati yg Cantik.
yaitu hati yg slalu tawadhu' atau rendah hati, selalu brbaik sangka
kepada orang lain dan kpd Rabbnya.

2. Memiliki Bibir yg Cantik.
yaitu bibir yg slalu digunakan untuk dzikir dan tersenyum
kepada orang lain.

3. Memiliki Mata yg Cantik.
yaitu mata yg digunakan utk melihat hal" yg halal
dan baek saja.

4. Memiliki Tangan yg Cantik.
yaitu kedua tangan yg ringan memberi pertolongan kepad yg membutuhkan,
tangan yg gemar bersedekah dan membantu sesama.

5. Memiliki Kaki yg Cantik.
yaitu kaki yg slalu dibawa ke tempat" yg baik, ke majlis ilmu, ke masjid,
dan tempat" untuk menimba ilmu yg bermanfaat.

6. Memiliki Rambut yg Cantik.
yaitu rambut yg selalu dijaga dengan hijab,dan dilindungi
dari tangan laki" yg bukan muhrimnya.

7. Memiliki Kulit yg Cantik.
yaitu kulit yg slalu dibalut dg kain tertutup dan terjaga
dr pandangan org laen (menutup aurat).

===============================

Kupu" tidak tahu warna sayap mereka..
Tapi orang" tahu btapa indahny mereka..
Seperti juga dirimu, tidak tau betapa indahny dirimu..
Tapi Allah tau betapa istimewanya dirimu di mata-Nya..

Ketika kau tunduk dalam syari'at-Nya.
Ridha ats takdir-Nya, Tsenyum dlm musibah..
Tegar dlm ujian, Teguh dalam pendirian..

Semoga kau tmasuk orang" yg senantiasa dalam lindungan-Nya.


source : www.facebook.com/BelajarIlmuAlQuranDanHadist

Penyakit Malas (˘-˘)ง

...Bismillah ..
Malas adalah salah satu penyakit dalam yang berbahaya karena menyerang hati, pusat seluruh
organ kita...

Harus ada introspeksi dan berniat untuk berubah, karena ketika seseorang mempunyai niat dan keinginan yang kuat maka ia akan menemukan cara dan jalan keluar dari setiap masalah...

1. Intropeksi dan berkeinginan kuat untuk berubah.
2. Bangkit, bergerak dan cari Motifasi tuk terus bangkit.
3. Ciptakan tujuan dan target hidup.
4. Benahi hati.
5. Bentuk komunitas yang baik.
6. Ciptakan kegiatan baru.
7. Perbanyak doa.

Rasulullah SAW pernah memohon dijauhi dari beberapa perkara; kesulitan, kesedihan, lemah, malas, penakut, pelit, banyak hutang, dan tertindas. Tak ada sesuatu yang dijauhi Rasul kecuali memang ia memiliki dampak negative yang luar biasa.

Salah satu permhonan Rasul di atas adalah dijauhi dari penyakit malas.

Salah satu doa yang sering Rasulullah SAW panjatkan adalah,

“Allahumma inna na’udzubika minal hammi wal hazan
wa na’udzubika minal ajzi wal kasal

wa na’udzubika minal jubni wal bukhl

wa naudzubika min galabatid daini wa qahril rijal”.

Terakhir, mungkin kita akan merasakan semua ini terasa sulit awalnya, tapi yakinlah dengan berjalannya waktu dan proses kita pasti kan dapat melewati itu semua.




Selamat Berjuang, selamat mencoba dan selamat meraih sukses.

Semoga selalu ada berkah dalam setiap langkah.
Aamiin InsyaAllah....

.

Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ...

Dampak Maksiat dan Dosa

Main api bisa terbakar, main air bisa basah dan berbuat dosa serta maksiat bisa berakibat fatal bagi diri kita pelaku maupun lingkungannya.
Diantaranya ialah :

1. Dosa dan maksiat menghalangi masuknya ilmu. Karena ilmu diibaratkan cahaya yang dipancarkan oleh Allah kepada hati. Maka dosa dan maksiyat bisa mematikan dan menghalangi cahaya tersebut.

2. Dosa dan maksiyat menghalangi datangnya rezeki, karena taqwa adalah penyebab datangya rezeki. Meninggalkan taqwa dan melakukan maksiyat berarti menolak rezeki.

3. Dosa dan maksiat menghalangi ketaatan orang yang banyak dosa dan maksyat tidak mungkin bisa taat kepada Allah.

4. Dosa dan maksiyat bisa melemahkan badan dan mengeraskan hati.

5. Dosa dan maksiyat bisa mengakibatkan umur pendek dan menghapus barokah sebagaimana kebaikan bisa memanjangkan umur dan menumbuhkan barokah.

6. Dosa dan maksiyat bisa melemahkan hati dan kemauan.

7. Dosa dan maksiyat menyebabkan kehinaan hamba dihadapan Rabbanya. QS.22:18

8. Dosa dan maksiyat seorang hamba akan semakin menumpuk selama ia masih menganggap remeh terhadap dosa. Hal semacam itu adalah alamat kebinasaan seorang Mas'ud berkata :" Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa seakan - akan ia berada dilereng gunung dan ia takut gunung itu akan menimpa dirinya, sedangkan orang kafir memandang dosanya seperti dihinggapi lalat (pada hidungnya).: HR.Bukhori dan lainya

9. Dosa dan maksyat merupakan warisan umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah SWT. maka orang yang suka bermaksiyat berarti mewarisi umat terdahulu yang mereka itu musuh - musuh Allah.

10. Dosa dan maksyat mewariskan kehinaan, sedangkan izzah sebenarnya adalah ketaatan kepada Allah.

11. Dosa dan maksiyat merusak akal sehat, karena sesungguhnya akal itu cahaya, sedangkan maksiyat adalah pemadam cahaya akal, jika ada cahayanya maka pasti kurang sehat dan lemah.

12. Dosa dan maksiyat apabila menumpuk, mengakibatkan kebutaan mata hati dan kelalaian bagi pelakunya.QS.83:14.

13. Dosa dan maksiyat menimbulkan kerusakan dibumi. rusaknya air, udara, pertanian, serta buah-buahan yang semuanya menimbulkan kemiskinan.QS. 7:96.

14. Dosa dan maksiyat akan menghilangkan rasa malu yang merupakan sumber hidupnya hati, sumber segala kebaikan. Hilanya berarti punah segalanya. HR.BukhorMuslim.

15. Dosa dan maksiyat melemahkan hati dalam mengagungkan kebesaran Allah lemahnya seorang hamba dalam mengagungkan kebesaran Allah, akan menimbulkan keberanian berbuat maksiyat dan berlaku durhaka.

16. Dosa dan maksiyat akan menyebabkan Allah melupakan hambanya serta membiarkan setan menemaninya. Ini merupakan suatu kebiasaan.

17. Dosa dan maksiyat mengluarkan seorang hamba dari lingkaran kebaikan dan akan menjadi tabir penghalang segala pahala dan keberkahan, karena apabila kebaikan (ihsan) menyentuh hati seseorang, ia akan menjauhkan perbuatan maksiyat.

18. Dosa dan maksiyat akan memusnahkan kenikmatan serta akan mendapatkan siksaan yang pedih . Ali bin abi Thalib berkata:" Tidak bala menimpa seseorang kecuali karena dosa dan bala' itu tidak akan hilang kecuali karena taubat ( lihat.QS.42:30, 8:53. )

19. Dosa dan maksiyat akan menimbulkan liar dan kegoncangan hati yang amat sangat. liar terhadap Rabb-nya, liar sesama makhluk, dan bahkan kepada dirinya sendiri.

20. Dosa dan maksiyat akan menimbulkan tidak normalnya hati dan hilangnya istiqomah.

21. Dosa dam maksiyat akan memudarkan cahaya hati, menghalangi masuknya ilmu, dan memjaditabir hidayah.

22. Dosa dan maksiyat menjatuhkan wibawa, reputasi dan kemuliaan damata allah dan manusia. Karena yang mulia disisi Allah adalah mereka yang bertaqwa dan yang paling dekat kedudukanya di sisi-nya adalah mereka yang thoat.

23. Dosa dan maksiyat menjadi penghalang hubungan antara Rabb dengan hamba, dan apabila hubungan telah terputus, maka putuslah kebaikan serta terbukalah pintu kejelekan.

24. Dosa dan maksiyat menghilangkan barokah umur, rezeki, ilmu, amal, taat Barakah dunia akherat.

25. Dosa menimbulkan rasa takut, was-was, dan khawatir.

Wallahu a’lam والله أعلم




Ketika Keaadaan Tidak Sejalan dengan Asa


Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri.
Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan.
Ada kalanya kita melakukan kesalahan.
Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan.
Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan.
Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita bayangkan.
Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan.

Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.
Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan.
Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi spontan.
Akibatnya yang tertinggal kemudian
hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam.
Dan tahukah engkau
Semua itu akan menyebabkan segalanya
menjadi makin buruk saja.

tapi ketika aku dapat mengontrol semua emosi,
pikiran dan perasaan sehingga berhasil
mengatasi diri sendiri.

Maka berbahagialah
bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan...
Saat kita bisa menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita inginkan.
Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang.

Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan.

Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan
, karena itu melewati saat-saat
yang tidak meneyenangkan adalah
sebuah hal yang membahagiakan.

**Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan,
misterius, fantastis, dan sporadis,
namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna.
Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan
bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan.
Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan**


Tips Agar Bisa Merasakan Manis dan Lezatnya Qiyamul Lail (Shalat Tahajud)



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..
Qiyamul-lail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. Ia berdoa, beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang Pencipta.

Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesuai dengan janjinya, akan mencintai hamba yang mendekat kepada-Nya. Kalau Allah mencintai seorang hamba, maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba.

Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail, pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita, “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)

Berbagai keutamaan qiyamul-lail sudah kita baca atau kita dengar dari para ulama. Kita pun sudah beberapa kali mencoba melaksanakannya, dengan kesungguhan melawan kantuk dan dinginnya malam. Namun, berkali-kali juga kita mengalami futur (lalai), tidak dapat lagi melaksanakan qiyamul-lail.

Sebabnya adalah karena kita belum dapat menikmatinya. Sehingga pikiran bawah sadar kita masih merasakan bahwa qiyamul-lail itu beban yang berat.

Waktu sepertiga malam, saat dimana bumi mengeluarkan gelombang kekhusyu’an (alfa), sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan” (Al-Muzammil 6).

Seharusnya, saat-saat inilah dzikir dan bacaan Al-Quran kita lebih berkesan, hati lebih mudah bergetar ketika Asma Allah disebut. Jiwa kita lebih bening sebening embun pagi di dedaunan. Air mata lebih mudah meleleh bahkan tertumpah dan tak kuasa kita hentikan. Hati menjadi halus dan lembut, sehingga hijab kita dengan Allah semakin transparan. Pendeknya inilah surga dunia yang telah dinikmati oleh para sahabat, tabi’in dan salafus saleh. Maukah kita memperolehnya?

Mengapa kita belum bisa menikmati Qiyamul Lail? Kita tidak dapat menikmati qiyamul-lail, dan masih banyak melakukan maksiat adalah karena “kita belum mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT”. Hati kita masih diisi oleh selain Allah, masih jauh dari Allah.

Mari pertama-tama kita niatkan dan azzamkan diri kita bahwa kita sangat ingin untuk taqarrub mendekatkan diri kepada-Nya.

Dari Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman, ‘Aku menuruti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kalau ia mengingat-Ku dalam hati, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Kalau ia mengingat-Ku di tengah kerumunan orang, Aku pun akan mengingatnya di tengah kerumunan yang lebih baik daripada mereka.

Kalau ia mendekat diri kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekatkan Diri kepadanya sehasta. Kalau ia mendekatkan diri pada-Ku sehasta. Aku pun akan mendekatkan Diri padanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil”.

Waktu-waktu di keseharian kita, masih sunyi dari dzikir kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang duduk dalam suatu tempat, lalu di situ ia tak berdzikir kepada Allah, maka kelak ia akan mendapat kerugian dan penyesalan” (HR Abu Dawud).

Dalam keseharian kita, di perjalanan kantor, istirahat, hati dan pikiran kita tidak dzikir kepada Allah dan lantas diisi oleh selainnya. Bahkan! bangun tidur kita lupa berdoa, masuk dan keluar kamar mandi lupa berdzikir, selesai makan lupa memuji dan berterima kasih kepada-Nya. Astaghfirullah… beristighfarlah berulang kali sobatku. Rasakanlah penyesalan dan biarkan air matamu meleleh…

Mulai detik ini isilah setiap relung hati dan celah pikiran dengan dzikir kepada Allah. Di setiap waktu dalam 24 jam hidup kita isilah dengan dzikir. Jika kita melakukannya, bahkan dalam tidur pun kita tetap bermimpi berdzikir dan bershalawat.

Banyak dzikir-dzikir singkat, seperti dua kalimat yang paling berat di sisi Allah, yaitu, “SubhanaLlahi wabihamdihi… SubhanaLlahil-azhiem…”. Atau dengan beristighfar, “Astaghfirullah… astaghfirullah…”, bertasbih, “Subahanallahi… subhanallahi”. Bahkan cukup dengan menyebut asma Allah, “Allah… Allah… atau Yaa Allah.. Ya Allah”.

Lakukanlah di manapun, dan kapan pun, bahkan multitasking sambil melakukan pekerjaan-pekerjaan sehari-hari. Jika ada waktu senggang, dzikir yang paling utama adalah Al-Quran. Membaca Al-Quran, mentadabburinya, menghafalnya, mengulang hafalan atau bahkan sekadar mendengarkan kaset murattal Al-Qur’an sambil kita mengendarai kendaraan.

Dzikir ini akan mengikis dosa dan kotoran jiwa, seperti mengikis karat hingga kemilau emas muncul kembali. Dengan sendirinya, dzikir akan mencegah kita berbuat dosa dan maksiat. Ketika kita akan berbuat sesuatu yang dilarang Allah, hati yang telah dipenuhi Asma Allah akan otomatis menolaknya dengan keras.

Dzikir akan semakin menghaluskan hati kita. Semakin memudahkan kita menangis dalam berbagai kondisi. Semakin memahami hakikat dan semakin dekat kepada Allah.

Jika dalam setiap tarikan nafas kita selalu berdzikir, dalam setiap langkah kita diikuti dengan dzikir, maka akan muncul banyak keajaiban dalam hidup kita. Allah akan mengaruniai limpahan kenikmatan yang menisbikan kenikmatan dunia.

Sahabatku, mari hidupkan hati, lembutkan jiwa dengan selalu berdzikir kepada Allah. Barulah kita bisa menikmati indahnya dan nikmatnya Qiyamul Lail, dan shalat-shalat lainnya. Berikutnya kita akan merasakan berbagai kenikmatan spiritual dan ayat-ayat keajaiban Allah dalam hidup kita.

Mari penuhi hidup kita dengan dzikir, dan perhatikan apa yang akan terjadi ...

.. insya Allah ..

Pribadi yang BERDZIKIR ITU INDAH : ..
Setiap KALAMNYA adalah DAKWAH ...
Setiap DIAMNYA adalah DZIKIR ...
Setiap NAPASNYA adalah TASBIH ...

Setiap PANDANGAN MATANYA adalah RAHMAT ...
Setiap SUARA TELINGANYA selalu TERJAGA ...
Setiap PIKIRANNYA adalah BAIK SANGKA ...

Setiap GERAK HATINYA adalah DOA ...
Setiap SENTUHAN TANGANNYA adalah SEDEKAH ...
Setiap LANGKAH KAKINYA adalah JIHAD ...

Kekuatannya adalah SILATURAHMI ...
Kesibukannya adalah ASYIK MEMPERBAIKI DIRI ...
Kerinduannya adalah TEGAKNYA SYARIAT ALLAH SWT ...

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. .. AAMIIN ..

Wallahu’alam bishshawab, ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....


source : http://www.facebook.com/pages/Strawberry/203846879754531?ref=ts&fref=ts

Jumat, 04 Januari 2013

Waktu Seperti Pedang


Banyak yang sering berkata, "Aku nggak ada waktu !!!", seakan-akan mereka di dalam sebuah kesibukan yang sangat bermanfaat, akan tetapi kenyataannya ternyata mereka masih mempunyai banyak waktu kosong.
Di lain pihak, banyak pula yang ingin "Membunuh waktu" karena waktu mereka yang sangat terbuang-buang, mereka bingung mau diapain waktu tersebut..??!! 
Waktu itu ibarat pedang bermata ganda, bisa mendatangkan kebahagiaanmu dan bisa pula menjadi bumerang mendatangkan kesengsaraanmu.
Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah menyebutkan sebuah perkataan :
الْوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ، وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلْتَهَا بِالْحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ
"Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan" (Dinukil oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109 dan Madaarijus Saalikiin 3/129)
Jika waktu tidak kau gunakan untuk bertakwa kepada Allah maka akan kau gunakan untuk bermaksiat…!!!
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
"Waktu seseorang itulah hakekat umurnya, dialah penentu kehidupan abadinya (di kemudian hari), apakah dalam kenikmatan abadi ataukah dalam kehidupan sengsara dalam adzab abadi yang pedih.
Waktu berlalu lebih cepat dari aliran awan. Maka siapa saja yang waktunya dihabiskan untuk Allah dan karena Allah maka waktu itulah hakekat umur dan kehidupannya. Adapun selain itu (jika waktunya tidak dihabiskan untuk dan karena Allah) maka waktu tersebut pada hakekatnya bukanlah termasuk kehidupannya, akan tetapi kehidupannya laksana ibarat kehidupan hewan. Jika ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan syahwat, serta angan-angan yang batil, dan waktu yang terbaiknya adalah yang ia gunakan untuk tidur dan nganggur maka matinya orang yang seperti ini lebih baik dari pada hidupnya" (Al-Jawaab Al-Kaafi hal 109)
Jika umur seseorang 60 tahun, dan setiap hari tidur 8 jam (1/3 waktunya), serta dikurangi masa kecil hingga baligh/dewasa (sekitar 15 tahun) maka hakekat umurnya yang bisa ia gunakan untuk beraktifitas hanyal tinggal 60-20-15 = 25 tahun. Lantas dari 25 tahun tersebut, berapa tahunkah waktu yang digunakan untuk bermain, bersenda gurau, bermaksiat?? Jika dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk beribadah?? 
Sungguh aneh jika seseorang merasa "Nggak ada waktu…!! terlalu sibuk !! " untuk bisa membaca Al-Qur'an setiap hari seperempat atau setengah jam, atau tidak ada waktu untuk sholat Dhuha beberapa menit. Akan tetapi, ternyata waktunya sangat luang, bahkan bisa berjam-jam untuk main game atau facebook-an atau ketawa-ketiwi untuk ber-BBM dengan para sahabat, para group!!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لَنْ تَزُوْلَ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتىَّ يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: عَنْ عُمرِهِ فِيْمَ أَفْنَاهُ ؟ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ ؟....
"Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya tentang 4 perkara (diantaranya), tentang umurnya, kemana ia habiskan?, tentang masa mudanya kemana ia habiskan?...."
Jadi, Bagaimana dengan WAKTUMU.....!!!!!?????

source : http://www.facebook.com/ria.widianti.12?ref=ts&fref=ts